SD3: Peraturan dan Petugas Kelas

Apa kabar?

Hari Rabu, Kamis, dan Jumat minggu lalu adalah hari orientasi untuk Sekolah Kembang. Kegiatan yang biasanya dilakukan adalah mengenal kelas masing-masing, dan yang tak kalah penting adalah merumuskan Peraturan Kelas dan menentukan Petugas Kelas.

Di Sekolah Kembang, tiap kelas memang memiliki peraturan kelasnya sendiri. Butir-butir peraturan itu dirumuskan bersama-sama di kelas. Kali ini, para murid diajak berdiskusi untuk menentukan apa saja peraturan kelas. Sebuah proses yang menarik, sebab ini pertama kalinya mereka mendengar istilah brainstorming, tentu saja dengan penjelasan arti yang sederhana.

Kegiatan ini diawali dengan pertanyaan “Menurutmu, berapakah sebaiknya jumlah peraturan di kelas?” Beragam jawaban bermunculan, mereka menjawab 2, 3, 15, sampai 20! Pertanyaan berikutnya, “Jika ada 20 peraturan, bagaimana mereka mengingatnya? Cukupkah ruang di dinding kelas memuat semua butir peraturan tersebut?” Dan ada lebih banyak lagi pertanyaan yang cukup mengarah sehingga tercapailah kesepakatan bahwa jumlah peraturan di kelas 3 maksimal 6 butir.

Tahap pertama, selesai!

Selanjutnya, apa saja isi peraturannya? Beberapa jari teracung ke atas tanda banyaknya murid yang ingin berpendapat πŸ™‚ Karena ini adalah proses brainstorming, maka semua ide ditampung dan ditulis di papan tulis. Ketika sampai pada ide keenam, yang artinya sudah ada 6 peraturan di papan tulis, semua anak tidak ada lagi yang mau berpendapat. “Kan, sudah enam, Bu.”

Maka mulailah lagi penjelasan mengenai apa itu diskusi, brainstorming, musyawarah, dan sebagainya.

Akhirnya, terkumpul sekitar 20 butir peraturan, dan tentu saja diikuti dengan decak kagum dan tidak percaya para murid seakan-akan berkata “Waah, banyak sekali ada 20 peraturan!”

Lalu, mulailah kegiatan yang paling seru, yaitu bagaimana menggabungkan beberapa butir peraturan ke dalam satu kalimat, tapi artinya mencakup semuanya!

Maka, mulailah ibu guru mengambil beberapa peraturan yang artinya mirip dan mengubahnya ke dalam satu kalimat saja. Jadilah peraturan pertama: Menjaga ketenangan kelas.

Nah, peraturan pertama ini bisa ‘menggantikan’ 3 butir peraturan yang lain. Maka, dihapuslah 3 butir peraturan itu.

Decak kagum pun terdengar sekali lagi πŸ™‚

Akhirnya, kami berhasil merumuskan 6 butir peraturan, yaitu:

  1. Menjaga ketenangan kelas.
  2. Ramah dan hormat terhadap seluruh warga Sekolah Kembang.
  3. Menjaga kebersihan kelas.
  4. Menjaga barang-barang di kelas 3.
  5. Menghabiskan makanan dan minuman yang saya miliki.
  6. Bermain di tempat dan waktu yang sesuai.

Peraturan Kelas sudah siap, sekarang saatnya murid-murid menulisnya di selembar kertas A4 dan menggambar ilustrasi yang sesuai dengan isi peraturan tersebut πŸ™‚

image-5

Peraturan Kelas kami πŸ™‚

Berikutnya, Petugas Kelas.

Salah satu misi kelas kami adalah menjadikan para murid sebagai Β self-regulated learner. Salah satu caranya adalah melatih murid untuk bisa mandiri dan bertanggung jawab, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Maka, dibentuklah Petugas Kelas dengan jabatan-jabatan sebagai berikut:

  1. Petugas Doa: memimpin doa.
  2. Petugas Alat Tulis: bertanggung jawab terhadap kelengkapan alat tulis di kelompok mejanya.
  3. Petugas Absen: mengisi lembar absen.
  4. Petugas Kertas: membagikan alat bantu mengajar.
  5. Petugas Agenda: menulis tanggal, mengumpulkan, dan membagikan agenda.
  6. Pemimpin Barisan: memimpin teman-temannya berbaris pada pagi dan siang hari.
  7. Petugas Rautan: bertugas membersihkan rautan kelas.
  8. Petugas Pengganti: bertugas menggantikan petugas lain yang tidak masuk.

Cara menentukannya bagaimana? Murid diminta menuliskan petugas apa yang diinginkan di selembar kertas kecil. Mereka juga harus menceritakan apa saja tugas dari jabatan yang dipilihnya itu. Lalu, guru akan berkeliling dan semua murid diminta membacakan jawaban mereka.

Tentu saja, ada lebih dari cukup murid yang mengincar jabatan tertentu, melebihi dari jumlah petugas yang dibutuhkan πŸ™‚

Guru meminta para murid yang sama-sama menginginkan jabatan tersebut mencari solusinya. Ada yang suit, hompimpa, sampai menentukan ‘jam kerjanya’. Pemimpin Barisan, misalnya, mereka menentukan sendiri siapa yang bertugas memimpin pagi hari, dan siapa yang siang hari.

Wah, sudah tahu sistem shift dalam dunia kerja, ya?

Mereka juga sepakat bahwa Petugas Sekolah ini akan diganti setiap dua minggu sekali.

Selesailah sudah dua tugas utama guru kelas pada pagi itu. Di akhir hari, tiap murid diminta menggunting sendiri nama mereka dan menempelkannya di papan petugas yang telah disiapkan.

Selamat bertugas, anak-anak!

image-4

Susunan staf Petugas Kelas kami πŸ™‚

Sampai jumpa!

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

2 comments

  1. Fepy

    Bagus sekali kegiatan interaktif belajar di kelas. Terimaksih ibu guru, sudah membangun kreatifitas anak dan secara tidak langsung mendisiplinkan anak untuk belajar bertanggungjawab, bekerja dalam team, mendengar dan mengeluarkan pendapat dan melakukan peran sesuai dengan pembagian tugas masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: