SD2 : Sehari di Kelas 2

Hai!

Hari ini saya duduk di kelas 2, bersama Ibu Wendy dan Pak Pras. Saya ingin melihat bagaimana murid-murid di kelas 2 belajar. Tahun lalu, murid-murid kelas 2 ini adalah murid saya di kelas 1. Kangen juga rasanya untuk belajar bersama mereka. Sebentar saja tidak bertemu, murid-murid kelas 2 sudah tampak lebih besar dan lebih dewasa dibanding tahun lalu. Tentu saja, Bu Tia, anak-anak kan, terus tumbuh!

Pagi ini dimulai dengan Bu Wendy membacakan cerita. Ceritanya berjudul “Kado Untuk Ibu” sesuai dengan tema Keluarga. Ceritanya tentang seorang anak yang mencari kado terbaik untuk Ibu. Anak-anak serius sekali mendengarkan Bu Wendy. Ternyata, Bu Wendy tidak membacakan cerita sampai selesai. Anak-anak diminta untuk menyelesaikan cerita “Kado Untuk Ibu” dengan menyusun kalimat-kalimat yang sudah diacak.

Dalam waktu singkat, anak-anak kelas 2 sudah tenggelam dalam kesibukan membaca, menggunting, dan menempel kalimat-kalimat menjadi lanjutan cerita “Kado Untuk Ibu”. Sambil menemani anak-anak bekerja, saya sempat berdiskusi bersama Dyandra, Lanang, Keizy dan Dandy tentang menggunakan kata kunci “akhirnya” dan “kemudian” untuk menentukan urutan kalimat yang tepat. Bu Wendy juga membantu anak-anak menggunakan strategi yang tepat agar tugas ini bisa selesai tepat waktu. Tentu saja anak-anak kelas 2 yang mandiri ini tidak kesulitan. Semua bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu dan benar.

Pukul 9, Pak Pras mengambil alih kelas dan mengajak anak-anak belajar matematika. Hari ini Pak Pras akan mengajak anak-anak mengurutkan bilangan dan mengenal pola bilangan.

Pak Pras : Jadi, apa kata kunci hari ini?
Anak-anak : Kata kunci?
Pak Pras : Iya, password-nya?
Anak-anak : password wi-fi?

Saya dan Bu Wendy tersenyum-senyum jadinya. Padahal maksud Pak Pras adalah mengajak anak-anak menghubungkan kegiatan tadi pagi (mengurutkan cerita) dengan kegiatan matematika (mengurutkan bilangan).

Senang sekali mendengar anak-anak berdiskusi bersama Pak Pras Saya sempat kagum ketika Pak Pras menggambar simbol bilangan tak terhingga seperti ini, beberapa anak berseru  “Itu infinity!”

infinity-symbol

 

 

Sisa pagi itu dihabiskan anak-anak untuk bermain Boom-Boom! dan mengurutkan bilangan bersama Pak Pras. Ketika mereka mendapatkan lembar kerja matematika tentang mengurutkan bilangan, tentu saja semua sudah lancar mengerjakannya!

Well done, Kelas 2!

*Lestia Primayanti*

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: