SD 3: Menggambar Miss Trunchbull

20130906-070701.jpg

Halo!

Sudah sekitar dua minggu ini kami membaca buku Matilda bersama-sama. Ini adalah buku ketiga yang kami baca. Ibu guru kami sedang memperkenalkan Pak Roald Dahl kepada kami, karena itulah dua buku pertama yang kami baca juga merupakan karangan Pak Roald Dahl, yaitu Jari Ajaib (The Magic Fingers) dan Mr. Fox yang Fantastis (The Fantastic Mr. Fox). Buku ini juga lebih tebal dari dua buku sebelumnya, total ada 21 bab dalam buku ini!

Sejauh ini kami sudah berkenalan dengan Matilda, Mr. dan Mrs. Wormwood (orang tua Matilda), Michael (kakak laki-laki Matilda), Fred, Hortensia, dan Lavender (teman-teman Matilda di sekolah), Miss Honey (guru Matilda yang baik hati), dan Miss Trunchbull (kepala sekolah Matilda).

Minggu lalu, kami sampai pada Bab 8 yang berjudul Sang Trunchbull. Sebelum mulai membaca, kami sekelas berdiskusi tentang apa isi bab ini. Wah, jika dilihat dari judulnya maka pasti bab ini bercerita tentang Miss Trunchbull, kepala sekolah Matilda yang sangat galak dan menyeramkan. Ssst, di beberapa bab sebelumnya sudah pernah disinggung sedikit tentang Miss Trunchbull, jadi kami tahu bagaimana ciri-cirinya 😊

Pada halaman 90, mulai diceritakan tentang ciri-ciri Miss Trunchbull dengan lebih rinci. Ibu guru kami berpesan untuk membaca penjelasan tersebut dengan teliti, sebab nanti kami akan ditugaskan untuk menggambar Miss Trunchbull. Wah, padahal selama ini kami belum pernah melihat ilustrasinya di dalam buku.

Inilah penjelasan tentang Miss Trunchbull:
“Penampilannya benar-benar perkasa. Dulu ia pernah menjadi atlet terkenal, dan kini pun otot-ototnya masih tetap tampak bertonjolan: pada tengkuknya yang gempal, pada bahunya yang tegap, pada lengan dan tungkainya yang kekar. Wajahnya tidak bisa dibilang cantik atau enak dipandang. Dagunya besar-menunjukkan watak yang keras, garis mulutnya kejam, matanya kecil, dan menatap dengan angkuh. Sementara pakaiannya… dibilang sangat aneh pun masih lumayan. Ia selalu memalai semacam daster dari bahan katun berwarna coklat dengan pending lebar dari kulit melilit pinggang. Pending itu dilengkapi dengan gesper besar dari perak. Sepasang paha gempal yang menyembul dari sisi bawah daster terbungkus di dalam celana yang aneh, berwarna hijau botol dan terbuat dari kain yang kasar tenunannya. Celana itu panjangnya hanya sampai di bawah lutut, disambung dengan sepasang kaus kaki panjang hijau yang ujung atasnya dilipat, memamerkan otot-otot betis yang gempal. Ia memakai sepatu model pria berwarna coklat, bertumit datar, dan dengan lidah dari kulit pada bagian atasnya.”

Kami tertawa geli saat membaca ini. Kami mulai membayangkan seperti apa pakaiannya. Ada beberapa kata baru yang kami pelajari, yaitu gesper, gempal, pending, dan hijau botol.

Ibu guru kemudian meminta kami menggambar Miss Trunchbull. Kami diberi waktu sekitar 20 menit. Setelah selesai, ibu guru memperlihatkan ilustrasi Miss Trunchbull yang ada di dalam buku. Kami lalu membandingkan gambar kami dengan gambar pada buku, apa saja persamaan dan perbedaannya 😊

Inilah hasil gambar kami. Sampai jumpa!

20130905-181847.jpg

20130905-181857.jpg

20130905-182243.jpg

20130905-181906.jpg

20130905-181832.jpg

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: