SD5: Akhir Pekan di Museum Nasional

Akhir November lalu, siswa SD5 berjalan-jalan!

Tidak sekedar pergi ke mal. Kami berkunjung ke Museum Nasional yang terletak di bilangan Monas. Banyak sekali yang kami lakukan di sana.

Image   Tim pengantar yang setia menunggu              Tekun mendengar penjelasan guru

Pertama-tama, kami menonton pertunjukan dari Teater Koma. Pertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum loh! Semua berkat inisiatif dari komunitas Akhir Pekan di Museum.

Saat kami datang, pementasannya bercerita tentang “Karamnya Kapal Tek Sing”. Aktornya tampil solo alias sendirian. Oh, ternyata inilah yang disebut monolog. Aktingnya lucu sekali! Kami tertawa terpingkal-pingkal melihat polah sang aktor. Sepanjang pertunjukan, kami juga banyak berinteraksi dengan beliau.

Image

Setelah selesai, kami mengisi kuesioner pertunjukan barusan. Setiap kuesioner yang dikembalikan akan memperoleh pin cantik dari @museum_weekend  🙂

Image

Tidak hanya itu, kami juga diwawancara oleh pihak komunitas ini lho. Wah, semua berebut ingin memberi pendapat mengenai pertunjukan “Karamnya Kapal Tek Sing”. Kami kan berani dan percaya diri  😉

ImageTampil di depan umum? Kami paling jago!

Kemudian kami melanjutkan penjelajahan. Kami mengamati berbagai prasasti yang terletak di lantai 2 dan 3. Nyaman sekali berkeliling di Museum Nasional. Berbagai koleksinya disimpan rapi dalam lemari kaca dan ruangannya dilengkapi pendingin udara.

Prasasti-prasasti ini merupakan peninggalan berbagai kerajaan bercorak Hindu dan Buddha di Indonesia. Kami tidak perlu mencatat semua prasasti itu kok. Kami hanya perlu menulis beberapa nama prasasti yang telah dipelajari, kemudian menggambar salah satunya.

Wah, dengan melihat langsung replika prasasti tersebut, kami dapat mengetahui contoh aksara Pallawa dan bahasa Sansekerta. Tahukah kamu, apa perbedaan antara bahasa dan aksara? Kami sudah tahu! *jawaban di paling bawah

Image

Terakhir, kami mengunjungi area Taman Arca. Di sini, kami menemukan perbedaan berbagai arca atau patung peninggalan masa Hindu dan Buddha. Contohnya, patung Hindu biasanya berupa dewa-dewi. Di sana, kami melihat patung dewa Syiwa, Brahmana, Wisnu dan Ganesha.

Sedangkan patung peninggalan kerajaan Buddha biasanya berwujud Buddha dalam berbagai pose yang berbeda. Sayang sekali, beberapa kondisi patung ada yang kurang baik. Misalnya ada beberapa patung yang kehilangan bagian tangan atau anggota tubuh lainnya.

Dari Taman Arca, penjelajahan kami berakhir. Hari sudah siang, perut mulai terasa lapar dan tubuh mulai capai. Kami pulang bersama-sama menaiki bus TransJakarta. Senangnya berpetualang di museum!

Image

* Bahasa = semua cara berkomunikasi, termasuk bahasa tubuh, isyarat, dsb. Sedangkan aksara adalah hurufnya. Di MuNas, kami menemui banyak prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa. Itu loh, aksara atau bentuk hurufnya keriting.

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: