SD5: Laporan Hasil Pengamatan

Saat berkunjung ke Museum Nasional lalu, siswa SD5 diminta membuat laporan hasil pengamatan. Tugas ini merupakan praktik pelajaran Bahasa Indonesia. Yuk, kita baca beberapa laporan yang mereka tulis!

Laporan Hasil Pengamatan Kunjungan ke Museum Nasional  (1)

Hari Minggu, 24 November 2013 lalu, siswa SD5 berkunjung ke Museum Nasional. Museum Nasional adalah salah satu museum yang paling digemari masyarakat. Museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat ini memiliki dua gedung, yaitu gedung baru dan lama. Di gedung lama, terdapat taman yang diisi penuh dengan arca dari agama Hindu dan Buddha. Di sana, terdapat arca Buddha dengan berbagai macam pose dan patung dewa-dewa, seperti Dewa Brahma.

Cuaca yang cerah sangatlah mengundang para pengunjung. Apalagi, sedang diadakan pementasan oleh Teater Koma, teater yang mengundang gelak tawa pengunjung. Aktor yang sangat profesional ini, melakukan monolognya dengan lancar. Seusai pertunjukan, para pengunjung diminta menuliskan tanggapan dan saran mereka.

Selain mengundang Teater Koma, Akhir Pekan @Museum Nasional juga mengadakan lokakarya untuk para pengunjung yang datang ke Museum Nasional. Origami, mengecat kaleng dan lain-lain adalah isi lokakarya tersebut. Hasil karya yang sudah dibuat dapat dibawa pulang. Lokakarya yang hanya mengeluarkan uang tunai sebesar Rp 10.000,- sampai Rp 50.000,- ini benar-benar menarik pengunjung.

* Laporan ini ditulis oleh Cening Cantya Amaranggana (Menik), siswa SD5 Sekolah Kembang.

 

Laporan Hasil Pengamatan Kunjungan ke Museum Nasional  (2)

Pada hari Minggu, siswa kelas V SD Kembang berkunjung ke Museum Nasional. Gedung barunya sangat bagus. Pengunjung akan disambut oleh patung Budhha saat masuk. Di dalamnya, lantai terlihat licin, segalanya bersih dan terawat.

Minggu itu, sedang diadakan pementasan oleh Teater Koma yang diadakan di lantai 4. Pengunjung yang ingin menonton berkeliling ruangan sambil menunggu dimulainya teater. Yang dimaksud “teater” bukanlah ruangan gelap dengan tempat duduk dan panggung, melainkan ruangan biasa yang terang dengan koleksi tentang kapal “Tek Sing”, yang merupakan tema cerita teater kali itu, serta beberapa guci antik. Tidak ada tempat duduk, sehingga penonton duduk di lantai.

Di lantai 2 dan 3, pengunjung dapat menemukan koleksi prasasti, miniatur rumah-rumah adat, model transportasi kuno, peralatan rumah tangga dan banyak lainnya.

Berbeda dengan gedung baru, gedung lama lebih kuno. Di sana ada banyak arca dan patung, dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi tinggi orang dewasa.

Jika berkunjung ke Museum Nasional, tidak akan ada yang pulang dengan tangan kosong. Setiap pengunjung akan pulang dengan kenangan dan ilmu baru. Suasananya yang nyaman akan membuat ilmu baru diserap dengan baik.

* Laporan ini ditulis oleh Alanna, siswa SD5 Sekolah Kembang.

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: