Menyayangi Tubuh Sendiri

Dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar, terkadang kami, para guru tidak hanya selalu berkutat di seputar kegiatan akademis. Hal-hal yang juga dirasa penting adalah bagaimana mempersiapkan para murid kami untuk siap berkontribusi di dunia luar, bagaimana merencanakan sesuatu, teknik berkomunikasi, resolusi konflik, sampai mengatasi kekecewaan apabila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Satu hal yang juga tidak luput dari perhatian kami adalah bagaimana para murid paham penuh terhadap diri mereka sendiri, mulai dari mengenali emosi, kekurangan dan kelemahan diri, bagaimana teknik belajar yang paling nyaman untuk mereka, sampai kenal betul dan merasa nyaman dengan tubuh mereka sendiri. Poin yang terakhir ini cukup menantang, baik bagi para guru, orang tua, dan tentu saja pada murid.

Salah satu contoh kegiatan yang dilakukan di kelas 3 adalah memulainya terlebih dahulu dengan memperkenalkan konsep good touch versus bad touch. Guru kelas menerjemahkannya menjadi sentuhan yang nyaman/menyenangkan dengan sentuhan yang tidak nyaman/tidak menyenangkan. Murid harus paham benar sentuhan seperti apa yang diperbolehkan dengan yang tidak, serta bagaimana sentuhan yang seharusnya menyenangkan bisa menjadi tidak menyenangkan jika dilakukan oleh orang, pada tempat, dan di waktu yang salah.

Referensi: http://www.youtube.com/watch?v=w5X8-2AQolA

Setelah memastikan bahwa murid sudah tahu benar apa perbedaan kedua sentuhan tersebut, barulah mereka diperkenalkan pada istilah private body parts atau bagian tubuh mana saja yang sangat pribadi dan tidak sembarang orang boleh melihat dan menyentuhnya. Topik ini bisa dibantu dengan menggunakan contoh pakaian renang. Dapat dijelaskan bahwa pakaian renang menutupi bagian-bagian tubuh yang sangat pribadi tadi. Artinya, bagian-bagian itulah yang disebut private body parts dan harus disayangi dan dijaga. Alangkah baiknya jika orang tua dan guru memperjelas bagian yang dimaksud dengan menyebutkan nama-nama bagian tubuh tersebut dengan benar.

Murid  juga diajarkan bahwa mereka boleh berkata “Tidak” apabila mereka berada di dalam situasi yang tidak nyaman, situasi dimana sebuah sentuhan tidak menyenangkan (bad touch) terjadi. Anak juga sebenarnya berhak menyatakan keberatan terhadap pemberian ciuman, pelukan, usapan, atau sentuhan menyenangkan lainnya, walaupun diberikan oleh orang terdekat mereka sendiri. Pada intinya, anak harus paham bahwa their body is their own, mereka punya otonomi penuh terhadap tubuh mereka.

Area lain yang juga penting adalah bagaimana mereka menjaga diri sendiri dan menghormati orang lain di tempat umum, khususnya toilet. Mengingat toilet umum juga ada di sekolah, maka guru atau orang tua dapat memulai diskusinya dari situ. Jelaskan bahwa toilet merupakan tempat yang juga pribadi sebab di dalam toilet, orang akan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan salah satu bagian tubuh pribadi mereka, yaitu alat kelamin. Kami memberikan batasan yang jelas kepada murid mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menghormati orang lain yang sedang berada di dalam toilet. Contohnya: tidak menggedor-gedor pintu toilet saat temannya sedang berada di dalam, tidak berteriak-teriak memanggil-manggil, melemparkan sesuatu ke dalam, mematikan lampu, melakukan sesuatu dengan tujuan mengejutkan teman, mengintip, mengunci pintu dari luar, memotret, dan sebagainya. Murid harus menghormati orang atau teman lain yang sedang berada di toilet dan menunggunya sampai selesai.

Guru dan orang tua adalah pihak yang seharusnya lebih awas terhadap anak didik dan anak-anak mereka. Di sekolah, jika seorang murid sudah terlalu lama berada di luar kelas dengan alasan ke toilet, ada baiknya untuk memeriksa keadaan murid tersebut. Di sekolah, kami mempunyai toilet pass yang hanya tersedia satu untuk tiap murid laki-laki dan perempuan. Setiap murid yang hendak ke toilet harus mengambil pass tersebut dan mengembalikannya setelah selesai. Kami meletakannnya di tempat yang dapat terlihat dengan jelas sehingga jika salah satu pass belum dikembalikan dalam waktu yang agak lama, maka guru akan tahu. Murid lain juga tidak dapat pergi ke toilet apabila mereka belum memegang toilet pass, sehingga mereka juga dapat mengingatkan guru apabila ada teman yang terlalu lama di toilet.

Guru juga dapat berusaha untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku murid dan ciptakan komunikasi yang hangat sehingga murid juga nyaman bercerita kepada guru. Di rumah, hal yang serupa juga dapat diterapkan oleh orang tua. Tanyakan kepada anak apa saja yang dialami hari itu. Komunikasi yang terjalin secara tulus dan hangat akan membuat kedua belah pihak merasa aman dan nyaman berada di sebuah lingkungan.

Selepas berdiskusi, guru kelas akan berbagi informasi kepada orang tua murid untuk memberitahu apa saja yang sudah didiskusikan di kelas serta referensi apa saja yang digunakan. Kami menganggap ini penting untuk menjaga keselarasan pengetahuan atau informasi yang diberikan, serta membantu orang tua untuk dapat melanjutkan diskusi ini di rumah.

Bentuk kegiatan lain juga dilakukan di kelas 5 saat membicarakan tentang pubertas. Para murid akan diperkenalkan dengan bentuk-bentuk perubahan yang terjadi pada saat mereka memasuki usia pra remaja sampai remaja. Istilah-istilah seperti mimpi basah, menstruasi, jerawat, mood swing, dan lainnya juga kami kenalkan. Kami juga bekali mereka dengan pengetahuan bahwa semua perubahan itu normal dan akan dialami oleh semua orang. Mereka juga dilatih untuk menyikapi berbagai perubahan tersebut melalui kegiatan bermain peran, sharing, mewawancarai orang tua, membaca buku atau menonton video/film yang berhubungan, sampai diberi kesempatan untuk bertanya dalam media surat apabila masih merasa malu untuk mengemukakannya di depan kelas. Sekali lagi, kami berusaha untuk menjalin komunikasi yang terbuka sehingga trust dapat terbentuk dari murid terhadap guru.

Postertalk_en

 

 

Salah satu referensi yang kami gunakan adalah The Underwear Rule (www.underwearrule.org):

Þ  The Underwear Rule is a simple guide to help parents explain to children where others should not try to touch them, how to react and where to seek help.

Þ  What is The Underwear Rule? It’s simple: a child should not be touched by others on parts of the body usually covered by their underwear. And they should not touch others in those areas.

Þ  It also helps explain to children that their body belongs to them, that there are good and bad secrets and good and bad touches.

Laman ini memberikan penjelasan yang cukup komprehensif untuk anak-anak, guru, dan orang tua tentang bagaimana menghargai dan menjaga tubuh kita sendiri. Selain penjelasan, juga tersedia poster, buku cerita, dan video animasi pendek. Seluruh fasilitas ini dapat diunduh untuk kemudian dicetak, ditempel, atau ditonton di rumah atau di kelas. Guru dan orang tua dapat membaca atau menontonnya terlebih dahulu baru kemudian mendiskusikannya bersama anak-anak.

Sepanjang perjalanan kami menjelaskan hal-hal sensitif seperti ini kepada para murid, kami dapat menyimpulkan bahwa ini memang sangat menantang. Murid-murid di kelas yang lebih kecil membutuhkan informasi yang lebih konkret sehingga kami harus lebih hati-hati dan cermat memilih kata dan mencari contoh. Tantangan yang berbeda akan ditemui di kelas dengan anak yang lebih dewasa usianya sebab mereka lebih kritis, merasa cemas akan perubahan yang akan segera terjadi pada mereka, dan ragam pengalaman yang sudah mereka ketahui sebelumnya.

-Sekar Ayu Adhaningrum

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: