Catatan Guru: Tentang Menjadi Guru

Ibu Lina dan Muridnya

Ibu Lina dan Muridnya

Menjadi seorang guru bukanlah cita-cita saya saat kecil. Bahkan, hingga duduk di bangku SMA, saya tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang guru. Perjalanan saya menjadi guru dimulai ketika saya menerima beasiswa di fakultas keguruan sebuah universitas swasta.

Saat kuliah, saya diajarkan berbagai metode pengajaran. Tidak hanya itu, saya juga ditugaskan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dengan mengajar di berbagai sekolah. Saat itulah, saya menyadari bahwa menjadi guru adalah sebuah perjalanan yang sulit dan melelahkan.

Seorang guru harus menyusun rencana pelaksaan pembelajaran, lembar kerja, dan materi bacaan. Guru juga harus memeriksa semua tugas yang telah dikerjakan murid. Tidak hanya itu, guru juga dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu dan metode ajar sehingga membaca buku dan jurnal penelitian adalah kegiatan wajib. Waktu 24 jam sehari sepertinya tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya.

Meskipun demikian, menjadi seorang guru adalah kebahagiaan yang tak terlukiskan bagi saya.

Saya menikmati saat-saat menyusun rencana kegiatan belajar, meskipun banyak ketakutan yang menghantui. Misalnya: takut murid merasa bosan dengan kegiatan belajar. Saat akan mewujudkan rencana tersebut di kelas, jantung saya selalu berdebar lebih cepat. Berbagai pertanyaan muncul: Akankah mereka menyukai pelajaran hari? Apakah kegiatan hari ini membantu mereka memahami pelajaran? Dapatkah kegiatan hari ini mendorong mereka untuk belajar?

Kekhawatiran tersebut membuat hati saya gusar. Namun, semua kegusaran itu hilang dan berubah menjadi kelegaan ketika mereka mengatakan, “Aku jadi mau lebih tahu lagi tentang…” atau “Oh, aku tahu sekarang kalau…”.

Kebahagian muncul ketika hasil belajar mereka jauh melampaui harapan saya.

Saya ingin menjadi guru yang dapat merubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Saya ingin menjadi guru yang dapat membuat belajar adalah hal yang menyenangkan. Saya ingin        murid-murid saya dapat memiliki kepercayaan diri, kegembiraan, dan antusiasme yang tinggi terhadap pelajaran, bahkan saat kelas usai. Saya ingin menjadikan mereka sebagai sebagai seseorang yang dapat berpikir kritis dan kreatif tentang semua hal yang dipelajari baik di dalam maupun di luar sekolah. Saya ingin menjadikan mereka sebagai seorang pencipta yang dapat menuangkan ide-ide kreatifnya dalam bentuk nyata. Saya ingin menjadikan mereka sebagai seseorang yang memiliki rasa empati tinggi sehingga setiap tindakan dan karya yang dihasilkan bukan hanya untuk kebahagiaan diri sendiri tapi juga orang lain dan lingkungan.

Guru adalah profesi yang memberikan saya kebahagian. Menjadi seorang guru juga menjadikan saya sebagai seorang pemimpi yang memiliki mimpi besar: Mewujudkan generasi bangsa yang dapat mengubah bangsanya menjadi lebih baik.

-Nur Amalina-

Guru SD5

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: