Menikmati Matematika

Menjelang waktu kenaikan kelas, beberapa kali saya mendapat pertanyaan mengenai hal-hal akademis di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak. Contohnya:

“ Anak gue harus bisa baca tulis dan ngitung, nggak sih sebenernya buat masuk SD?”

Atau

Ngajarin tambah-tambahan dan kurang-kurangan buat anak ‘tuh gimana caranya? Anak gue kabur melulu kalau diajakin belajar.”

Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak hanya dimiliki oleh teman-teman dekat saya. Tetapi, juga seabrek orangtua lain di luar sana. Tetapi, kegundahgulanaan ini belum tersampaikan saja. Sebenarnya, orangtua dapat membantu anak-anak dalam mempersiapkan diri dengan dunia sekolah. Bukan hanya dengan mengerjakan latihan soal, memasukkan ke tempat les, atau memanggil guru privat.

Nah, karena spesialisasi saya ada di bidang Matematika, kali ini, saya ingin mengajak Ayah dan Ibu untuk mengenal lebih jauh mengenai persiapan sekolah anak, khususnya di bidang Matematika.

PAHAMI MATEMATIKA SEBAGAI ILMU YANG BERKEMBANGMath

Anak akan tumbuh berkembang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan: mulai dari duduk, merangkak, merambat, berdiri tegak, berjalan, lalu berlari. Atau, mengucap ‘bahasa bayi’, kata, kalimat, hingga membuat cerita yang runtut. Begitu pula dengan pemahaman Matematika pada anak.

Sebelum anak dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan dengan tepat, anak perlu memahami karakterisitk benda yang akan dijumlahkan (warna, ukuran, tekstur, dll ), jumlah benda yang akan dihitung, lalu bagaimana cara menjumlahkannya (operasional hitung).

Jadi, jika Anda heran mengapa anak tidak bisa menyelesaikan soal penjumlahan, tanyakan pada diri Anda dan si anak: Sudahkan ia memahami tahapan-tahapan yang harus ia lalui?

ANAK BELAJAR DENGAN BEREKSPLORASI

Mari kita lihat cerita Aksa. Aksa (3 tahun) sedang sibuk membangun menara baloknya. Ia menggunakan balok dengan aneka ukuran. Beberapa kali balok terjatuh dengan mudah, tetapi akhirnya, Aksa selesai. Ia menatap baloknya yang berdiri tinggi dan kokoh dengan puas. Menara yang berhasil ia susun memiliki dasar balok dengan ukuran paling besar. Sedangkan balok terkecil ia letakkan di puncak menara. Apa yang Aksa pelajari? Ia belajar mengenai karakteristik benda, ukuran, dan urutan (sequence).

Amanda (3 tahun) mendapat sekotak mainan binatang dengan aneka warna dan bentuk. Amanda mulai memisahkan setiap mainan berdasarkan warna . Kemudian Ia juga memisahkan mainan tersebut berdasarkan bentuk. Tanpa disadari, Amanda sedang belajar mengelompokkan benda (klasifikasi). Jika Anda memberinya rangsangan lanjutan, maka Amanda akan mempelajari tentang himpunan yang menjadi dasar konsep penjumlahan dan pengurangan. Wow!

BAWALAH MATEMATIKA KE DUNIA NYATA DAN BERMAKNA

mm cupcakesPernahkah Anda merasa bahwa menghafal segala rumus Matematika di SD – SMA adalah hal yang tidak berguna? Jika ya, maka kemungkinan besar pelajaran Matematika tersebut tidak berkaitan dengan dunia Anda, sehingga Matematika menjadi hal yang Anda anggap tidak menarik. Anda bisa menjadikan Matematika sebagai bagian dari dunia anak dan membuatnya lebih menarik dan bermakna.

Memberikan anak kesempatan untuk menyortir pakaiannya sendiri saat menyusun ulang lemari, membiarkan anak menyusun buku sesuai dengan tingginya di rak buku, menambahkan cokelat m& m’s sebagai hiasan cupcake dan memintanya menghitung jumlah coklat yang diperlukan untuk setiap cupcake, adalah aneka alternatif kegiatan Matematika yang lebih bermakna karena semua terjadi dalam dunia anak.

MATEMATIKA BUKAN HANYA SEKEDAR BERHITUNG

Jika Anda sudah paham urutan perkembangan Matematika dan memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dengan berbagai benda, maka ini saatnya menerapkan hal tersebut secara konsisten. Anda dapat mulai dengan menggunakan kosa kata Matematika yang tepat. Misalnya: menggunakan kata “lebih besar” sebagai pengganti “gede-an”, “jumlahkan” sebagai pengganti “tambahin”, dan “terdepan” sebagai pengganti “duluan”. Kita lihat pada contoh kalimat berikut:

Ayo kita cari tempat yang lebih besar.”

“Ayo kita jumlahkan berapa cokelat yang kita punya.”

“Siapa yang mau berdiri paling depan?”.

Jika Anda sudah melakukan semuanya, hal lain yang harus Anda ingat adalah Matematika lebih dari sekedar berhitung. Matematika adalah keindahan logika berpikir. Mesin canggih akan dapat membantu anak menyelesaikan masalah hitungan. Tetapi, logika berpikir yang tepat akan dapat membantu anak menyelesaikan aneka masalah.

KEGIATAN APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN?

  1. Bermain dengan aneka kancingbuttons

Berikan anak sekantong kancing dengan aneka ukuran dan warna. Bantu dan lakukan tanya jawab untuk melatih anak mengenal atribut kancing: warna, ukuran dan jenis kancing. Berikan contoh cara Anda memisahkan kancing tersebut berdasarkan atributnya. Mintalah anak membuat kelompok kancing berdasarkan ide mereka. Ingatlah untuk bertanya kelompok kancing apa yang sedang mereka buat. Anda juga dapat membuat pola warna dari warna kancing, atau pola bentuk dari bentuk kancing. Minta anak untuk membuat pola kancing mereka sendiri.

Kemampuan yang dipelajari: Klasifikasi, dasar-dasar logika, geometri, pola/ patterning, prediksi

  1. Pasangkan kaus kakimu

Berikan anak beberapa pasang kaus kaki secara acak, usahakan yang memiliki warna, ukuran, bahan, dan pemilik yang berbeda. Minta anak menemukan pasangan setiap kaus kaki. Bersama-sama, bantu anak menghitung berapa pasang jumlah kaus kaki. Berikan penjelasan kepada anak mengenai konsep “sepasang” dan “tunggal”.

Sebagai kegiatan lanjutan, Anda dapat memasangkan kaus kaki yang bukan pasangannya namun memiliki persamaan atribut. Misalnya kesamaan warna, ukuran, sama-sama milik ayah. Tantang anak dengan meminta penjelasan dari kesamaan atribut yang ada.

Kemampuan yang dipelajari: Korespondensi satu-satu (dasar berhitung), berhitung, membilang loncat, dasar-dasar logika

  1. Bermain dampu

red-hop-skotchDampu bulan atau engklek atau bisa juga dikenal dengan taplak atau hop scotch adalah salah satu permainan tradisional yang pastinya ada sudah kenal. Buatlah pola dampu bulan dengan menggunakan kapur (jika Anda bermain di pinggir jalan) atau menggunakan masking tape (jika Anda bermain di lantai). Beri angka di setiap kotak, bermainlah bersama anak, ingat untuk mengucapkan bilangan setiap Anda atau anak melompat.

Kemampuan yang dipelajari: berhitung urut, mengenal lambang bilangan, motorik kasar

  1. Isilah wadahmu

Persiapkan baki es atau karton tempat telor, manik-manik /batu kerikil /biji congklak / kapas bulat. Mintalah anak mengisi setiap baki es dengan manik satu per satu. Kemudian, minta anak menghitung jumlah seluruh manik yang telah dimasukkan.

Kegiatan dapat dilanjutkan dengan memberi lambang bilangan di setiap kotak es. Mintalah anak meletakan benda sejumlah lambang bilangan yang tersedia. Minta anak untuk menyebut bilangan dengan keras.

Kemampuan yang dipelajari: korespondensi satu-satu, berhitung urut, mengenal lambang bilangan, dasar penjumlahan

  1. 2, 4, 6 ….

Dengan persiapan serupa dengan permainan Isilah Wadahmu, contohkan pada anak (kelas 1 atau 2) untuk mengisi setiap wadah dengan, 4 manik, 6 manik, …. Minta anak melanjutkan mengisi kotak. Jika anak belum mengerti, Anda bisa mengulang pengisian dengan sama-sama berhitung. Berikan petunjuk: “Setelah 2 manik, kita akan menambahkan 2 manik sehingga hasilnya 4 manik. Setelah 4 manik, kita akan menambahkan 2 manik, sehingga hasilnya 6 manik. Setelah 6 manik, kita akan menambahkan 2 manik lagi, berapa manik yang kita punya kini?”

Kemampuan yang dipelajari: berhitung berurutan, berhitung loncat, dasar perkalian.

  1. Bowling pengurangan

Siapkan 10 pin bowling (dapat menggunakan botol air mineral bekas yang diisi pasir) bowlingdan bola bowling. Susun pin bowling, minta anak menggelindingkan bola. Tanyakan pada anak “Jika di awal ada 10 pin berdiri, lalu jatuh 3, maka berapa jumlah pin yang masih tersisa?”

Berikan pertanyaan setiap kali anak berhasil menjatuhkan pin bowling. Tantang anak untuk tidak menghitung pin yang tersisa satu persatu.

Kemampuan yang dipelajari: Berhitung berurutan, pengurangan, penjumlahan

  1. Isi wadahmu

Siapkan 10 mangkuk kertas dan sebungkus cokelat m&m’s. Minta anak menyiapkan beberapa wadah ( 1 – 10 mangkuk, lalu meletakkan 2 cokelat dengan jumlah yang sama di setiap mangkuk. Tanyakan pada anak berapa jumlah seluruh cokelat. Arahkan pada anak untuk menjumlahkan setiap isi mangkuk.

Misalnya :

  • Anda menyiapkan 6 mangkuk
  • Letakan 3 cokelat di setiap mangkuk
  • Hitung jumlah seluruh cokelat dengan cara: 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 18 cokelat
  • Jika jawaban anak benar, anak boleh memakan cokelat yang ada

Kemampuan yang dipelajari: Berhitung berurutan, Penjumlahan, Perkalian

Semoga kegiatan di atas menjadi alternatif untuk membantu anak (dan Anda) memahami dan menikmati Matematika!

-Ella Siagian, Guru SD2

 

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: