Cerita Guru: Ibu Ella

Ibu Ella, SD2

Ibu Ella, SD2

‘Pendaratan’ saya pertama kali sebagai guru bertempat di Sekolah Kembang. Saya jatuh hati pertama kali dengan kolam renang di sekolah ini (ya, saya semudah itu tergoda kolam renang). Saya juga kagum dengan anak-anak yang tampak gembira di sekolah dan menyapa saya, yang adalah orang baru, dengan ramah “Selamat siang, Bu.” ujar mereka. Saya semakin jatuh hati ketika berbicara dengan alm. Ibu Yaya yang dengan sepenuh hati berbagi tentang nilai Sekolah Kembang: Kebahagiaan, Kasih Sayang, Kebanggaan, Keberhasilan, dan Penghargaan. Nilai-nilai inilah yang saya bawa sebagai bekal menjadi guru.

Di Sekolah Kembang, baik guru maupun murid, dipandang sebagai individu yang unik dengan kelebihan masing-masing, namun tetap menjadi bagian kelompok dan masyarakat. Hal itulah yang menjadi tantangan sepanjang saya mengajar. Bongkar pasang rencana pengajaran dan aktivitas kelas menjadi hal yang sering, dan memang harus, saya lakukan demi memenuhi aneka karakter dan kebutuhan anak. Beruntungnya (lagi!) Sekolah Kembang memberikan kesempatan yang besar bagi guru dan murid untuk menantang dan mengembangkan dirinya.

Lima tahun sudah saya mendedikasikan diri menjadi pengajar. Apakah saya telah merasa ‘cukup’? Tidak!

Menurut saya, adalah kewajiban seorang guru untuk selalu memperbarui ilmunya. Saya merasakan ketika harus sama-sama ‘berlari’ untuk mendapatkan ilmu baru bersama para murid. Browsing di internet, berdiskusi, dan mengunjungi perpustakaan adalah kegiatan menyenangkan yang sering kami lakukan bersama. Di kesempatan lain, saya dan rekan guru juga saling memperbarui ilmu yang kami lakukan saat sharing session. Tidak terkecuali, saat makan siang diselingi dengan canda tawa, sering menjadi momen pembelajaran terbaik yang saya rasakan.

Banyak sekali hal menyenangkan yang saya alami di sekolah ini. Saya senang ketika melihat aneka pencapaian anak. Melihat anak yang semula kurang peduli terhadap lingkungan sekolah berubah menjadi mencintai sekolahnya; melihat anak yang tidak percaya diri bahkan untuk berbicara di depan kelas menjadi anak yang mau bernyanyi solo di depan ratusan orang; melihat sekelompok anak yang rela mengubah cara presentasi kelompok demi memfasilitasi kesulitan temannya; atau kelompok anak yang dengan sadar memberikan acungan jempol atas keberhasilan teman lainnya.

Salah jika orang memandang guru adalah pekerjaan yang mudah. Siap menjadi guru berarti siap memberi waktu, pikiran, tenaga, dan hati. Saya masih tergila-gila dengan pekerjaan ini, dan selalu menantikan hari baru yang akan saya dan anak-anak hadapi bersama.

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: