Cerita Guru: Ibu Lucky

Lucky

Sejak kecil, saya ingin menjadi guru. Buku absen dan buku nilai guru adalah dua hal yang membuat saya jatuh cinta dengan profesi ini. Ya, saya ingin menjadi guru karena melihat kedua buku yang (dulu) menurut saya (versi muda) sangat menarik. Saya biasa bermain ‘guru-guruan’ sendiri, dengan boneka saya sebagai murid-murid. Karena dulu tidak mungkin membeli buku absen, maka saya membuatnya sendiri menggunakan buku tulis. Saya juga memiliki papan tulis dan meja belajar untuk bermain di rumah.

Setelah dewasa, sayangnya saya tidak dapat serta merta menjadi guru. Takdir menentukan bahwa saya harus berkarir dulu sebagai pekerja kantoran, sebelum akhirnya berhasil menggapai impian lama saya.

Perjalanan saya bergabung bersama Kembang dapat dikatakan sebagai sebuah takdir. Segera setelah lulus menjadi sarjana, saya melamar ke sekolah ini. Saat itu, saya bertemu dengan Ibu Yaya dan Pak Marvin. Tiga minggu berlalu tanpa kabar, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan sebuah konsultan SDM. Baru tiga hari menandatangani kontrak, saya ditelepon (almh) Ibu Yaya. Ia menyampaikan bahwa saya diterima di Kembang. Saat itu dengan berat hati saya terpaksa menolak tawaran Ibu.

Enam tahun berselang, saya kembali melamar ke Kembang. Memang jodoh, saya bertemu kembali dengan Ibu Yaya, yang pada hari yang sama memberikan saya tawaran kerja sebagai guru SD3. Maka, perjalanan saya bersama Kembang pun dimulai.

Menjadi guru di Kembang memberikan perspektif yang berbeda terhadap cara saya menilai kehidupan. Sebagai guru, kita ‘dipaksa’ untuk menjadi positif. Terutama dari cara berpikir. Jika seorang guru berpikir yang terburuk mengenai anak didiknya, maka dapat dipastikan ia tidak dapat mengembangkan anak didiknya tersebut dengan baik.

Murid-murid adalah sumber kebahagiaan dan kepusingan saya. Saya menyayangi mereka layaknya anak sendiri. Karena saya mengajar kelas besar, maka saya banyak bergaul dengan para pra-remaja alias ABG. Hubungan kami layaknya teman. Kami sering bercanda bersama, curhat, dan tentunya berfoto-foto dengan pose menyenangkan maupun aneh. Terasa berat sekali melepas mereka ketika lulus. Seperti yang pernah dikatakan teman saya, rasanya bagaikan patah hati dikali jumlah murid yang lulus.

Namun, melihat mereka berkembang dan dapat bertahan di dunia selepas SD, menimbulkan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Rasanya tujuan hidup dan kerja keras saya tercapai sudah.

Bagi saya, Kembang adalah wadah unik yang sering digambarkan dalam buku-buku Manajemen Organisasi. Selama berkarir sebagai konsultan SDM, atasan saya seringkali bercerita ataupun menulis mengani tempat ideal bagi tumbuh kembang seorang karyawan. Antara lain: memiliki atasan yang suportif, lingkungan yang senantiasa memberikan kebebasan yang bertanggung jawab, dan komunikasi yang baik.

Semua itu saya dapatkan di Kembang.

Seperti namanya, Kembang mendukung setiap individu di dalamnya untuk berkembang. Siapa yang menyangka kalau saya akan tumbuh mencintai fotografi? Atau, mampu mengelola kelas berisi anak baru gede? Atau, melakukan tanggung jawab hubungan masyarakat? Semua itu tak pernah saya bayangkan sebelumnya!

Tetapi Kembang membuat saya yakin bahwa saya bisa. Dan Kembang membantu saya berkembang hingga saya bisa.

Saya sadar bahwa sebagai guru dan manusia, saya belum dan tidak akan sempurna. Namun, setiap hari saya berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari diri saya di hari kemarin. Saya akan terus mencintai pekerjaan dan sekolah ini sebagai bagian dari hidup saya.

Seperti kata Steve Jobs:

“The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it.”

Saya tahu saya telah menemukannya.

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: