Menjadi Murid Kembang: Catatan Hari Kunjungan


Hari Kunjungan adalah kesempatan bagi orang tua untuk ikut belajar bersama anak di dalam kelas. Semua orang tua mendapatkan kesempatan yang sama. Biasanya, guru kelas akan menentukan tanggal, lalu orang tua dapat memilih tanggal yang sesuai dengan jadwal kegiatannya. Berikut ini adalah cerita dari salah satu orang tua yang berkesempatan belajar bersama anaknya di kuartal 3 lalu. Ayah dan Ibu yang ingin berbagi cerita, dapat mengirimkannya melalui surel ke guru kelas masing-masing.

 14184417_10155162088182538_3760929513984119786_nJumat, 17 Februari 2017 lalu, saya mendapat kesempatan untuk duduk di kelas SD 1
mengikuti proses belajar mengajar dari jam masuk sampai pulang sekolah. Setiap orang tua memang mendapat giliran untuk berpartisipasi dalam hari kunjungan orang tua. Sebelum hari kunjungan tiba, setiap hari, Makaio, anak saya bertanya,”Kapan Ibu masuk kelas aku?” Saya sendiri sebenarnya agak khawatir jika saya berada di kelasnya, ia akan menjadi manja dan tidak mau lepas dari ibunya.

Bisa dibayangkan, bagaimana gembiranya Makaio ketika hari yang ditunggu tiba. Pukul 08.00 tepat bel berbunyi, murid-murid SD 1 yang sedang bermain langsung
mendekati kelas mereka dan membentuk barisan. Seorang anak bertugas memimpin barisan, yang paling rapi dipersilahkan masuk terlebih dulu. Setelah semua masuk ke kelas dan duduk di bangku masing-masing, seorang anak berdiri memimpin doa. Sebelumnya, ia memperhatikan teman-temannya, jika ada yang masih belum mengambil sikap doa, akan diingatkan. Setelah semua duduk rapi berdoa pun dimulai. Usai berdoa, anak-anak berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ibu Siti kemudian menulis agenda untuk hari Senin dan kegiatan yang akan dilakukan di hari tersebut, di antaranya: olah raga, meneruskan membuat poster hemat energi, presentasi, bahasa Inggris, dan latihan persiapan pentas Padamu Negeri.

Pada usia antara 6 dan 7 tahun, para murid sudah menunjukkan sikap mandiri dan bertanggung jawab. Terlihat sejak bel berbunyi hingga rutinitas pagi selesai, mereka sudah tahu siapa yang bertugas dan langsung melaksanakannya tanpa perlu diingatkan.

Penyampaian materi yang kreatif dilakukan dengan santai namun tegas. Ibu Ella dan Ibu Siti tidak terus mengawasi dan mendampingi para murid. Setelah memberikan instruksi anak-anak dibiarkan menentukan sendiri tema poster yang akan mereka buat. Sesekali Ibu Ella dan Ibu Siti berkeliling ke masing-masing meja untuk melihat progres yang mereka buat. Saya perhatikan cara para ibu guru ketika ada murid yang bertanya bahkan mengadu, dengan sabar mereka mengajak para murid berdiskusi. Mereka diajak ikut memikirkan jawaban dari pertanyaan atau konsekuensi dari perbuatan mereka.

Setelah poster selesai, mereka harus presentasi di depan kelas yang lebih besar, yaitu di kelas SD 2 dan SD 3. Saya melihat proses yang mereka lakukan sejak menyelesaikan poster, membagi anggota kelompok hingga presentasi.  Terlihat yang diutamakan bukan hasil, namun proses yang mereka jalankan dan apa yang mereka pelajari. Melalui proses tersebut saya juga melihat bagaimana para guru memupuk rasa kepercayaan diri para murid serta reward yang diberkan berupa pujian atas selesainya tugas.

Pada pelajaran Bahasa Inggris, kebetulan Makaio mendapat giliran untuk ‘Show and Tell’ tentang liburan favoritnya. Kami memang sudah berlatih sehari sebelumnya, namun saya tidak menyangka ketika sesi tanya jawab Makaio bisa menjawab berbagai pertanyaan bahkan untuk hal yang tidak pernah ia sampaikan kepada kami. Saya jadi terinspirasi untuk membiasakan Makaio membuat jurnal setelah mengunjungi suatu tempat atau melakukan aktivitas tertentu.

Ohya, dari awal hingga pulang sekolah, Makaio tidak menunjukkan hal-hal yang saya khawatirkan di awal. Kaget juga melihat perkembangannya, namun tentunya saya bangga.

Ketika mendapat undangan untuk duduk di kelas, saya mengerti tujuan Sekolah Kembang adalah agar para orang tua dapat mengetahui proses belajar mengajar di sekolah. Namun, selain mendapat kesempatan untuk melihat prosesnya, saya juga belajar banyak hal. Pengalaman menjadi murid kembali ini semakin meyakinkan saya bahwa Sekolah Kembang adalah pilihan yang tepat untuk Makaio.
Dian Sarwono, Ibu dari Makaio

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah dimana anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan dimana setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: