Belajar dari Sekolah Inklusi

Bertemu dengan teman-teman pendidik dari berbagai pelosok daerah di Indonesia adalah hal yang menyenangkan. Dengan semangat belajar, para pendidik ini hadir membawa cerita-cerita ajaibnya masing-masing. Ada yang berbagi kegelisahan, tantangan, juga, bercerita tentang keberhasilan ketika mendampingi anak di sekolah.  

IMG-20181101-WA0021Hal yang paling berkesan saat saya mengikuti TPN lalu adalah belajar tentang sekolah inklusi. Saya belajar memahami kondisi anak, ragam bantuan yang dapat diberikan kepada anak berkebutuhan khusus ketika tantrum, cara komunikasi yang tepat, serta indikator keberhasilan yang bukan hanya dilihat dari angka saja. Saya cukup terkejut saat tahu bahwa pembicara yang berbagi dengan kami itu seorang survival disleksia dan diskalkulia yang juga ADHD di masa kecilnya. Dengan segala keterbatasan pengalaman dan pengetahuan orang di sekitarnya yang membuat beliau baru bisa ditangani dengan baik ketika berada di bangku kuliah. Kini, beliau menjadi seorang pengajar di sekolah inklusi bahkan aktif mengedukasi tentang disleksia ke berbagai daerah di Indonesia.

IMG-20181101-WA0022

Dari pengalaman beliau, saya semakin percaya bahwa setiap anak memiliki masa “meletek”nya masing-masing. Begitulah kalimat yang sering saya dengar dari rekan-rekan guru. Hal mendasar lainnya, pembentukan support system yang tepat, sehingga sekolah inklusi adalah pilihan yang sesuai. Hal inilah yang saya temukan di Sekolah Kembang, bahwa tidak hanya guru yang membantu anak berkebutuhan khusus untuk berkembang, namun peran serta teman sebaya juga turut andil di dalamnya.

Bangga rasanya melihat anak-anak kecil ini dapat saling peduli. Dengan membantu temannya anak memiliki kebutuhan khusus, anak-anak dapat menghargai proses belajar dan dapat tumbuh berdampingan dalam lingkungan yang sehat dan saling mendukung. 

Diceritakan oleh Ibu Ayu, Guru SD1 Sekolah Kembang. Foto oleh Ibu Ayu. 

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah tempat anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan tempat setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: