Suka (Saling) Belajar

Belajar untuk mengajar. Inilah prinsip yang mewarnai awal tahun pertama saya sebagai seorang guru. Setidaknya, sampai di situlah pemikiran saya semasa baru menggeluti dunia pendidikan dasar ini. Rupanya, hari-hari di sekolah bersama rekan-rekan guru Kembang memperdalam prinsip itu. Bukan hanya belajar untuk mengajar, tetapi belajar untuk belajar dan saling belajar.

WhatsApp Image 2018-10-05 at 9.40.10 PM

Semangat belajar untuk belajar yang kental di Kembang ini terbukti kala kami mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) yang diadakan Kampus Guru Cikal pada awal kuartal kedua. Berduapuluh bahkan lebih, tampaknya kami menjadi salah satu penyumbang peserta dan pembicara terbanyak di TPN tahun ini. Saya senang sekali bisa jadi bagian dalam sebuah rombongan besar dari sekolah kecil, dengan semangat belajar yang sangat tinggi.

Jika ditanya apa yang didapat selama mengikuti TPN awal Oktober lalu, spontan akan saya jawab: harus banyak belajar. Bagaimana tidak? Selama di sana, saya bertemu dengan para guru, relawan, aktivis, dan pegiat dunia pendidikan anak lainnya yang sama-sama mau belajar sesuatu. Kami bertukar wawasan, kiat-kiat mendidik, dan tentu saja, cerita dari tempat asal masing-masing. Saya jadi banyak belajar lebih jauh tentang sekolah-sekolah lain di berbagai daerah dengan segala kondisi dan kebutuhan yang mengitari para pendidik di dalamnya. Ya. Selama tiga hari TPN itu, kami saling belajar.

Buku dongeng ini tidak dapat menggantikan peran guru,

Salah satu hal yang paling membekas bagi saya adalah kelas karier bersama Bu Clara Ng di penghujung rangkaian TPN. Di sela-sela diskusi tentang seri dongeng dialektika yang diluncurkannya, Bu Clara menuturkan bahwa buku-bukunya – dan buku-buku cerita apapun – hanyalah alat. “Kuncinya tetap ada dalam diri guru atau orangtua yang menggunakannya untuk mengajar anak. Buku dongeng ini tidak dapat menggantikan peran guru,” tegas beliau sambil mengangkat buku karyanya. Saya setuju bahwa dongeng dengan kandungan filsafat akan dapat mengolah jiwa dan memperkaya cara anak (dan gurunya) memandang kehidupan sehari-hari dan alam di sekitarnya, terlebih jika dipakai dan disajikan dengan terampil oleh sang pengajar.

WhatsApp Image 2018-10-07 at 1.04.06 PM

Hal lain yang sangat berkesan bagi saya adalah betapa ragamnya kategori kelas yang dibuka. Ada kelas-kelas tentang pengembangan kurikulum, seperti membuat rencana pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Ada pula beberapa kelas yang fokus membahas pengembangan kesiswaan melalui berbagai kegiatan belajar yang ramah anak, termasuk ajakan untuk mengembangkan inklusi: pendidikan untuk semua anak. Seputar kompetensi dan profesionalitas pendidik hingga aneka metode praktis manajemen kelas untuk guru – nyaris semuanya – ada kelasnya. Bahkan, tak pernah saya bayangkan, ada sebuah kelas bertajuk “mendesain pendidikan musik berbasis kajian humaniora”! Terkesan lumayan berat saat membacanya pertama kali, namun ternyata sangat saya nikmati. Keragaman kelas-kelas ini seolah menyadarkan saya bahwa ranah karya seorang pendidik sungguhlah tak berbatas, dan proses belajar seorang guru (atau pengampu pendidikan lainnya) akan tiada hentinya.

Selepas TPN, saya terus menantikan kesempatan-kesempatan yang akan datang untuk kembali bergabung dengan serunya belajar bersama para pendidik lainnya. Kali berikut, tak hanya ikut, saya juga ingin membagikan pengalaman dan aneka kiat belajar yang telah saya pelajari di sekolah. Lewat momen-momen saling belajar dari sesama pendidik, praktik-praktik baik yang telah saya dan rekan-rekan guru kerjakan di Sekolah Kembang dapat diteruskan kepada teman-teman penyelam dunia pendidikan dasar di luar sana. Saya percaya, guru-guru yang suka belajar dan saling belajar akan menghasilkan murid-murid yang suka belajar dan saling belajar.

Diceritakan oleh Pak Eki, Guru SD5 Sekolah Kembang

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah tempat anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan tempat setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: