Kesempatan Bertemu Para Guru, Kesempatan untuk Memanusiakan Hubungan

Temu Pendidik Nusantara 2018 adalah TPN pertama yang saya ikuti. Waktu pertama kali membaca gambaran kegiatan dan tema yang diangkat, saya langsung tertarik untuk ikut serta. TPN tahun ini mengangkat tema memanusiakan hubungan. Topik ini menarik, karena saya rasa memanusiakan hubungan adalah satu hal yang terus dikerjakan oleh Sekolah Kembang saat belajar bersama murid-murid di sekolah.

Sejak hari pertama saya sit-in dan melakukan observasi di Sekolah Kembang, saya melihat interaksi unik yang terjadi antara guru dan murid. Jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan guru tidak bersifat kaku, justru menstimulasi murid-murid untuk berpikir logis dan kreatif. Sungguh sangat memanusiakan hubungan. Murid memahami kapasitas dan kemampuannya lewat kegiatan yang dilakukan bersama guru di kelas. Guru berusaha mencari cara dan bentuk belajar yang tepat agar murid menjadi senang belajar. Pada saat itulah guru semakin memanusiakan hubungannya dengan murid.

Setelah saya bekerja hampir satu tahun bersama keluarga Kembang, saya merasa ingin membagikan salah satu kegiatan di kelas yang membuat murid-murid belajar dengan menyenangkan. Di TPN, saya membagikan cerita saat SD 3 belajar menjaga kebersihan lingkukan dengan menjadi “Pahlawan Lingkungan”. Saya dan Ibu Andin mengajak murid-murid berkeliling sekolah untuk menemukan masalah kebersihan yang ada. Setelah itu, bersama dengan kelompok masing-masing mereka membuat sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan. Melalui kegiatan ini saya bercerita kepada rekan-rekan sesama guru yang hadir di TPN, bahwa memanusiakan hubungan dengan murid dapat dilakukan dengan memiliki pemahaman bahwa anak-anak dapat belajar lebih baik di kondisi yang sebenarnya. Tempat terbaik untuk mengajarkan kebersihan lingkungan kepada anak-anak adalah di lingkungan terdekat anak-anak itu sendiri. Sehingga saat belajar dan berkegiatan, murid mengetahui bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah hal yang mampu ia lakukan dan dapat dimulai dari lingkungan sekolahnya.

b5765762-0e4e-435f-b56b-9e0ec2cf26bd

Hal yang paling berkesan adalah ketika setelah sesi saya dihampiri oleh seorang kepala sekolah dari sebuah SD di Wonogiri, beliau menghampiri saya dan berkata, “Kok saya ndak pernah kepikiran begitu ya, Bu?” Terkadang memang sesama guru dari berbagai sekolah, berbagai daerah perlu duduk bersama dan berbagi cerita. Selama keinginan untuk belajar masih ada, saya percaya seorang guru akan semakin mampu untuk mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan untuk murid-muridnya. Saya bersyukur, saya punya kesempatan itu dengan hadir dan berbagi di TPN 2018.

Diceritakan oleh Ibu Hapsari, Guru SD3

Advertisements

About blogkembang

"Sebuah sekolah tempat anak dapat tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar dengan rasa bahagia dan antusias sepanjang hidupnya dan tempat setiap guru dapat menghadirkan perubahan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: